Sekolah Negeri VS Sekolah Swasta, Sekolah Mana yang Lebih Layak?

Dalam waktu dekat, kegiatan sekolah akan memasuki tahun ajaran baru, dan siswa yang akan bersekolah akan memasuki sekolah menengah atas seperti siswa SD dan SMP. Atau anak-anak yang akan masuk sekolah dasar.

Tidak jarang calon siswa yang tidak mengetahui sekolah mana yang akan dimasuki, melainkan para wali siswa yang tidak mengetahui sekolah mana yang memiliki sarana belajar terbaik untuk anaknya. Seperti yang kita ketahui di Indonesia, ada dua jenis sekolah di negara kita.

• Yang pertama sekolah Negeri, yaitu sekolah yang mana dibiayai pemerintah baik dari segi fasilitas, guru, staf administrasi dan lain sebagainya.

• Kedua adalah sekolah Swasta, merupakan sekolah yang berdiri secara independen atau dijalankan oleh seseorang dimana dalam peyelenggaraannya tidak dikelola oleh pemerintah.

Kualitas antara kedua sekolah ini masih bisa diperdebatkan, sebagian orang menganggap sekolah negeri lebih baik, sebagian orang menganggap sekolah swasta lebih baik.

Sekolah negeri dan sekolah swasta sebenarnya memiliki kelebihan dan kekurangan.

Hanya bagaimana caranya orangtua dari siswa tersebut dapat mempertimbangkan kelebihan mana yang menjadi prioritas bagi calon siswa yang akan bersekolah.

Biaya

Bicara soal biaya, sekolah negeri akan mengungguli karena biaya pendidikan untuk siswa akan rendah atau gratis, hal ini karena pendanaan akan didukung dan disubsidi oleh pemerintah, banyak orang tua yang terpaksa menyekolahkan anaknya ke sekolah umum, karena biaya. kendala.

Berbeda dengan sekolah negeri, sekolah swasta memiliki biaya sekolah dan biaya masuk yang tinggi, karena pengelolaan dan pembiayaan sekolah dilakukan secara mandiri, dari gaji guru, pembangunan infrastruktur dan biaya lainnya.

Fasilitas

Faktanya, kita tidak bisa menggeneralisasi fasilitas antara semua sekolah negeri dan swasta di Indonesia. Sekolah negeri berlabel Sekolah Prioritas akan memiliki fasilitas yang lebih baik daripada sekolah umum lainnya, dan seringkali Sekolah Negeri yang disukai memiliki fasilitas yang dapat mendukung kegiatan akademik siswa yang hanya tersedia di kota-kota besar.

Tak sedikit juga fasilitas di sekolah Negeri hanya diganti beberapa tahun sekali, hal ini terkendala karena keterbatasan biaya yang diberikan oleh pemerintah.

Untuk sekolah Swasta sendiri, hampir seluruh sekolah Swasta yang ada di Indonesia memiliki fasilitas yang lengkap, hal ini dikarenakan adanya uang gedung dan pembayaran uang spp yang cukup besar pada setiap bulannya, akan tetapi tidak semua sekolah Swasta memiliki fasilitas yang baik, sekolah Swasta yang sepi peminat atau bisa dikatan hampir bangkrut hanya memiliki fasilitas seadanya.

Daya Tampung

Sekolah Negeri memiliki daya tampung lebih besar dari sekolah Swasta, dikarenakan bangunan yang digunakan sekolah Negeri merupakan bangunan tua yang dialih fungsikan menjadi sekolah. Penerimaan siswa sekolah Negeri berkisar 300 hingga 500 siswa pertahunnya, tergantung besar sekolah.

Sedangkan sekolah Swasta memiliki daya tampung yang lebih kecil. Tetapi dari daya tampung yang lebih besar tidak menjamin sekolah terlihat positif, daya tampung yang lebih sedikit membuat para siswa dikelompokan dalam kelas yang lebih sedikit jumlah siswanya, hal ini mempengaruhi fokus belajar para siswa karena dalam kelas tidak terlalu ramai, guru yang mengajarpun akan lebih mudah mengatur kelas dengan siswa yang lebih sedikit.

Kurikulum

Kurikulum sekolah Negeri mengikuti kurikulum yang ditetapkan oleh Kementrian Pendidikan, seluruh kegiatan belajar akan bergantung pada kurikulum nasional yang diajadikan acuan.

Kurikulum nasional sekarang meiliki 3 opsi yang dapat diterapkan oleh sekolah Negeri yaitu kurikulum 2013, kurikulum darurat (kurikulum 2013 yang disederhanakan), dan kurikulum Prototipe.

Sementara, sekolah Swasta memiliki keleluasaan dalam menentukan kurikulum yang akan digunakan. Kebanyakan sekolah Swasta menerapkan kurikulum Cambridge yang memiliki perbedaan dengan kurikulum nasional.

Kurikulum Cambridge sendiri memiliki tujuan untuk menciptakan generasi bangsa yang siap dalam persaingan global. Dalam kurikulum ini lebih diprioritaskan pentingnya proses daripada hasil, pada kurikulum Cambridge perangkat pendidikan lebih ditekankan pada pengembangan minat bakat siswa sehingga ada penguasaan bidang secara mendalam.

 

Guru

Perbedaan paling besar antara guru sekolah Negeri dan Swasta terlihat pada sifat dan rasa tanggung jawabnya. Sebagian besar guru sekolah Negeri merupakan guru yang sudah tua dan tinggal menunggu masa pensiun, dalam masa ini biasanya para guru seakan kurang bertanggung jawab pada tugas yang telah diserahkan kepadanya.

Contohnya seperti sering telat dalam mengajar, meninggalkan kelas sesuka hati, dan tidak mengajari siswa dengan baik tetapi hanya memberi soal atau tugas yang wajib dikerjakan.

Berbanding terbalik dengan sekolah Negeri, guru dari sekolah Swasta pada umumnya akan sangat bertanggung jawab dengan tugasnya, dikarenakan para guru sadar mereka digaji oleh pemilik sekolah untuk mengajar siswa sebaik mungkin.

Rata-rata guru yang berada di sekolah Swasta masih berusia muda, para guru ini akan memanfaatkan teknologi sebaik mungkin untuk membantunya dalam mengajar, tidak hanya mengajar guru seperti ini juga akan memberi contoh hingga para siswa dalam kelasnya paham.

Kesimpulan

Berdasarkan artikel yang kami sajikan antara Sekolah Negeri dan sekolah Swasta memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing, dari poin-poin diatas orangtua atau wali siswa dapat mempertimbangkan kebutuhan atau prioritas yang dibutuhkan bagi calon siswa, sekolah tidak menentukan kesuksesan atau keberhasilan siswa, siswa sendiri yang mampu mencapai keberhasilan dan kesuksesan tersebut dengan bimbingan dari sekolah dan guru.