Apa Yang Dimaksud Dengan Sertifikasi Guru Dan Apa Manfaatnya Bagi Pendidik?

Menjadi guru adalah tugas mulia. Menjadi guru berarti memiliki tanggung jawab untuk mendidik generasi penerus bangsa. Sebagai bentuk rasa terima kasih dan penghargaan kepada para guru, pemerintah telah menyiapkan program insentif. Namun, untuk mendapatkannya, setiap guru harus  terlebih dahulu mendapatkan sertifikat guru.

Apa yang dimaksud dengan sertifikat guru dan apa tujuannya?

Seorang guru harus memenuhi standar tertentu untuk dianggap sebagai pendidik profesional. Sertifikasi ini merupakan sarana untuk mendefinisikan standar-standar ini. Sertifikat yang diberikan kepada seorang guru pada akhir proses sertifikasi merupakan dokumen yang merupakan bukti resmi bahwa guru tersebut adalah guru yang profesional.

Sertifikasi bukanlah tujuan tetapi sarana untuk mencapai tujuan. Untuk itu diperlukan kesadaran dan pemahaman dari berbagai pihak bahwa sertifikasi digunakan untuk memperoleh guru yang berkualitas. Dengan standar kualitas dan guru yang mumpuni, diharapkan siswa yang berprestasi juga setara kualitasnya. Sertifikasi guru dilakukan untuk beberapa tujuan, yaitu:

  • Sebagai faktor penentu layak tidaknya seorang guru menjadi agen pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan nasional atau tidak.
  • Sebagai langkah dalam meningkatkan proses dan kualitas hasil sekolah.
  • Meningkatkan kualifikasi dan martabat guru sebagai pencetak generasi penerus.

Apa saja persyaratan sertifikasi guru?

Semua guru, baik negeri maupun tidak, dapat berpartisipasi dalam program sertifikasi guru. Persyaratannya sama dengan PPG (Pendidikan Profesi Guru). Persyaratan untuk sertifikasi guru meliputi:

Syarat Umum

Persyaratan umum untuk sertifikasi guru meliputi:

  • Menyelesaikan pendidikan tinggi terakhir atau gelar IV.
  • Tetap bekerja melalui pengangkatan sampai dengan Desember 2015 (karyawan dan non-karyawan).
  • Tidak ada kredensial pendidik.
  • Memiliki NUPTK (nomor unik untuk pendidik dan tenaga kependidikan).
  • Usia maksimal 58 tahun.
  • Memiliki ijazah dalam disiplin yang dipilih.
  • Sehat jasmani dan rohani, tidak menggunakan narkoba.
  • Dikembangbiakkan dengan baik.

Persyaratan arsip/dokumen

  • Fotokopi ijazah (dilegalisir oleh instansi pendidikan terkait)
  • Fotokopi SK pengangkatan pertama dan 5 tahun terakhir (dilegalisir oleh Dinas Pendidikan) pendidikan PNS dan sekolah umum untuk non PNS). SK yang dilegalisir adalah SK 2 tahun terakhir berturut-turut.
  • Jika staf pengajar bukan guru PNS (sekolah swasta atau negeri), mereka harus menunjukkan beban mengajar minimal 2jam per minggu.
  • Izin untuk mengikuti PPG diberikan oleh pemerintah daerah (untuk guru negeri di sekolah umum) dan oleh pimpinan lembaga (untuk guru tetap).
  • Surat keterangan bebas narkoba dari instansi terkait.
  • Surat keterangan sehat jasmani dan rohani dari rumah sakit.
  • Pemeriksaan kesehatan dari kepolisian.

Berapa Besaran Tunjangan untuk Sertifikasi Guru?

Tunjangan yang diberikan kepada guru bersertifikat bervariasi. Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional n. 72 Tahun 2008, ditetapkan bahwa guru honorer tetap yang bukan pegawai negeri dan tidak menjabat mendapat tunjangan tetap atau gaji sertifikasi guru sebesar Rp 1.500.000 per bulan.

Jadi, jika Anda seorang guru honorer bersertifikat, selain gaji bulanan Anda, Anda akan menerima gaji tambahan sesuai dengan nilai di atas. Nilai TPG (Tunjangan Profesi Guru) akan berubah jika mendapatkan jabatan fungsional.

Bagaimana dengan besaran TPG untuk guru yang sudah PNS? Nilainya tergantung pada besaran gaji pokok guru.

Bagaimana cara untuk mengajukan permohonan sertifikasi guru?

Sertifikasi guru dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu PPG awal dan PPG dalam jabatan. Langkah kedua metode tersebut juga berbeda. Bagi yang ingin mengikuti ujian sertifikasi melalui PPG prajabatan, langkah-langkahnya sebagai berikut:

  • Mendaftar langsung ke LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan) selama pendaftaran dibuka.
  • Mempersiapkan biaya PPG sebelum berangkat kerja adalah Rp 7.500.000 sampai dengan Rp 9.000.000.
  • Menyelesaikan 2 semester.

Sedangkan bagi guru yang ingin mengikuti PPG dalam menjalankan perannya sebagai berikut:

  • Mengikuti pre-test melalui SimPKB (Sistem Informasi Manajemen Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan).
  • Setelah mengikuti tes, jika guru termasuk dalam kuota, mereka akan menerima panggilan untuk bergabung dengan PPG di stasiun.

Itulah beberapa informasi penting terkait sertifikasi bagi para guru. Semoga dengan adanya artikel bisa membantu anda mendapatkan sertifikasi guru, sekian dan terima kasih.