Peran dan Dampak Teknologi Informasi Dalam Dunia Pendidikan Indonesia

Peran teknologi informasi di dunia pendidikan 

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa dampak bagi dunia pendidikan khususnya pada proses pendidikan, program pembelajaran. Menurut Rosenberg dalam G. Gunawan (2009) dalam Sudibyo (2011), dengan berkembangnya pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, terdapat lima perubahan dalam proses pembelajaran, yaitu:

  1. dari pelatihan menjadi penampilan
  2. dari kelas dimanapun dan kapanpun
  3. dari kertas ke “online” atau saluran
  4. dari pengaturan fisik ke jaringan
  5. dari waktu siklus ke waktu nyata

Dalam proses di dunia pendidikan, komunikasi dilakukan dengan sarana komunikasi seperti telepon, komputer, internet, surat elektronik, dan lain-lain. Interaksi antara guru/guru dan siswa/siswa tidak hanya dilakukan melalui hubungan tatap muka tetapi juga dilakukan dengan menggunakan media-media tersebut. Dengan  teknologi informasi saat ini, guru dapat memberikan pelayanan tanpa harus berhadapan langsung dengan siswa. Demikian pula, siswa dapat mengumpulkan informasi dalam berbagai tingkatan dari berbagai sumber melalui dunia maya atau cyberspace dengan menggunakan komputer atau internet. Yang paling mutakhir adalah perkembangan yang dikenal dengan ‘e-teaching’ atau ‘virtual teaching’, yaitu proses pengajaran  dilakukan dengan menggunakan internet. Istilah lain yang semakin populer saat ini adalah e-learning, yaitu suatu model pembelajaran dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi  khususnya internet.

Teknologi informasi dalam pendidikan dapat dipahami sebagai proses yang kompleks dan terintegrasi yang melibatkan orang, ide, alat dan organisasi untuk menganalisis masalah, menemukan cara untuk memecahkan masalah, menerapkan, Penilaian dan pengelolaan pemecahan masalah  mencakup semua aspek pembelajaran manusia. (Sukadi, 2008) di Sudibyo (2011). Sejalan dengan itu,  lahirnya teknologi informasi dalam pendidikan dimulai dari permasalahan pendidikan itu sendiri. Masalah pendidikan  saat ini  meliputi pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan, peningkatan mutu pendidikan, serta relevansi dan efektifitas pendidikan. Isu serius yang terus menjadi perhatian dunia pendidikan di Indonesia, mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi, adalah isu “kualitas/mutu”. Untuk itu, ada tiga prinsip dasar dalam teknologi pendidikan yang menjadi acuan  pengembangan dan pemanfaatannya, yaitu: pendekatan yang sistematis, berorientasi pada siswa, dan penggunaan sumber daya belajar.  Secara umum peran e-learning dalam proses pembelajaran dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu: komplementer dan alternatif. Addition berasumsi bahwa  pembelajaran dengan  tatap muka masih tetap berlaku, namun dipadukan dengan model interaktif berbasis teknologi informasi (TI). Dalam proses alternatif, sebagian besar  pembelajaran dilakukan oleh teknologi informasi (TI). Saat ini, regulasi yang dikeluarkan  pemerintah juga telah memfasilitasi penggunaan e-learning untuk menggantikan proses pembelajaran konvensional. Perintah Menteri Pendidikan Nasional No. 107/U/2001 dengan jelas membuka koridor  pendidikan jarak jauh di mana e-learning dapat  memainkan beberapa peran. Keenam prinsip di atas  penting untuk diingat agar pembelajaran online benar-benar terfokus dan dapat memicu semangat siswa dalam belajar  mengarungi lautan pengetahuan.

Dampak Pemanfaatan Teknologi Informasi di Dunia Pendidikan

Adapun dampak yang ditimbulkan dari pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi di dunia pendidikan menurut Christyn Elisabeth Siagian (2012) dapat dibedakan menjadi dua, yakni dampak positif dan dampak negatif. Dampak positif teknologi informasi dalam dunia pendidikan adalah: informasi yang dibutuhkan akan semakin cepat dan mudah di akses untuk kepentingan pendidikan, inovasi dalam pembelajaran semakin berkembang dengan adanya inovasi elearning yang semakin memudahkan proses pendidikan, kemajuan teknologi informasi dan komunikasi juga akan memungkinkan berkembangnya kelas virtual atau kelas yang berbasis teleconference yang tidak mengahruskan sang pendidik dan peserta didik berada dalam satu ruangan, sistem administrasi pada sebuah lembaga pendidikan akan semakin mudah dan lancar karena penerapan sistem telnologi informasi dan komunikasi.

Dampak negatif teknologi informasi dalam dunia pendidikan, antara lain: kemajuan teknologi informasi dan komunikasi juga akan semakin mempermudah terjadinya pelanggaran terhadap Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI), karena semakin mudahnya mengakses data menyebabkan orang yang bersifat plagiatis akan melakukan kecurangan, walaupun sistem administrasi suatu lembaga pendidikan bagaikan sebuah sistem tanpa celah, akan tetapi jika terjadi suatu kecerobohan dalam menjalankan sistem tersebut akan berakibat fatal, salah satu dampak negatif televise adalah melatih anak untuk berpikir pendek dan bertahan berkonsentrasi dalam waktu yang singkat (short span of attention).

Terkait dengan dampak negatif dari teknologi informasi yang perkembangannya semakin meningkat namun memiliki kekurangan. Misalnya, pada elearning yang dapat menyebabkan pengalihfungsian guru dan mengakibatkan guru jadi tersingkirkan, atau juga menyebabkan terciptanya individu yang bersifat individual karena sistem pembelajaran dapat dilakukan dengan hanya seorang diri. Bahkan tidak menutup kemungkinan akhlak dan disiplin siswa akan sulit atau sulit untuk diawasi dan dibina, sehingga lambat laun akhlak dan manusia khususnya siswa menurun drastis, kodrat manusia adalah masyarakat, masyarakat hilang.

Dalam Sudibyo (2011), beberapa dampak negatif penggunaan teknologi informasi dalam pendidikan dapat dilihat:

  1. Siswa atau siswa menjadi tergantung pada keberadaan dunia maya yang berlebihan. Hal ini dapat terjadi ketika siswa tidak memiliki sikap skeptis dan kritis terhadap sesuatu yang baru. Selanjutnya dalam konteks dunia maya (internet) mereka secara tidak langsung telah memasuki dunia yang begitu bebas, sangat penting agar kedua sikap di atas menjadi benteng atau filter dari segala sumber informasi terkini ya. Selain itu, yang tidak kalah pentingnya adalah kepedulian orang tua, yang berperan sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai dalam kaitannya dengan norma agama yang melandasi kehidupan.
  2. Kejahatan (cybercrime). Dalam dunia pendidikan, hal ini bisa terjadi, seperti pencurian dokumen penting terkait sistem pendidikan atau aset yang praktis dirahasiakan (dokumen yang berkaitan dengan ujian akhir atau negara) menggunakan Internet.
  3. Menimbulkan sikap apatis pada setiap individu, baik bagi siswa/mahasiswa/mahasiswa maupun guru/guru/dosen. Hal ini dapat dilihat misalnya pada sistem virtual dan e-learning. Ketika sistem pembelajaran tidak responsif antara siswa dan guru, dapat terjadi siswa kurang aktif dalam sistem pembelajaran dan hasilnya tidak maksimal (Jamal Makmur Asmani, 2011).

Semoga dengan adanya artikel ini anda dapat menambah wawasan lebih luas dari sebelumnya.